Sesal di Malam Sendu Aku berjalan menyusuri pintu keluar bandara soekarno-hatta sambil mendorong trolli koperku yang penuh berisi pakaian dan oleh-oleh pesanan keluargaku, temanku dan Hanna Gia Abottana kekasihku yang telah kutinggalkan hampir 3 tahun ini untuk pekerjaan dan kuliahku di Prancis. Setelah lulus kuliah aku mencari beasiswa S2 di luar negeri dan kebetulan aku mendapatkan beasiswa ke Prancis dan Belanda, tapi aku lebih memilih ke Prancis, tentu saja bukan karena biayanya lebih murah atau kualitasnya yang lebih bagus, alasannya Prancis adalah kota teromantis di dunia. Siapa yang tidak ingin melihat Prancis, bisa hidup dan tinggal di sana adalah suatu kebanggaan tersendiri buatku.
