Sebagai kelanjutan berita serangan Korut ke Korsel, terdapat temuan menarik yang tidak diduga, bahwa pihak Pyongyang menuduh Seoul sebagai pihak yang memulai serangan, melalui latihan militer tahunan negeri Gingseng itu. Menurut Pyongyang, Korsel menembakan persenjataan artileri ke wilayah Korut saat latihan perang.
Pihak Korut menuduh balik, bahwa Korsel pihak yang memulai serangan:
“Meskipun kami berkali-kali memberi peringatan, Korsel tetap melancarkan serangan artilerinya dari jam 1pm…tentu saja kami harus mengambil tindakan militer tegas sesegera mungkin,” menurut pernyataan singkat Korut yang dirilis KCNA news agency.
Korsel mengatakan bahwa mereka sedang melakukan latihan militar diarea tersebut, namun menembakan senjata mereka kewilayah barat, bukan utara.
Korsel menjelaskan bahwa latihan perang tersebut rutin dilakukan, sebagai upaya mempertahankan Korsel, namun begitu Korut menyatakan bahwa senjata latihan perang tersebut diarahkan ke wilayah mereka.

Serangan Korut Ke Korsel
Sedangkan China, yang juga negara Komunis, terlihat berhati-hati dalam mengambil sikap. Dengan menganjurkan agar kedua negara Korea lebih berupaya keras untuk berdamai. Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov peningkatan ketegangan antara kedua negara itu merupakan “bahaya kolosal”.
Di AS, diplomat PBB mengatakan diskusi damai antara kedua negara sedang di agendakan dan akan dijadwalkan bagaimana dan kapan akan dilangsungkan.
