Cuma mau posting pengalaman saya temui di forum Detik kemarin, disitu seorang netter forum mem-forward tulisan seorang wartawan Kompas yang “nesu” dan “mewek”, karena dirinya ditolak Bepe (Bambang Pamungkas) ketika ingin mewawancari striker yang berhasil mengeksekusi dua pinalti kemudian membawa timnas Indonesia kepada kemenangan atas Thailand.
Wartawan Cengeng
Si wartawan meluapkan kekecewaannya dengan pena, menganggap sikap Bepe yang “nyuekin” dirinya adalah “tidak bersahabat”. Kemudian ia membanding-bandingkan dengan sikap ramah dan bersahabat pemain lain, seperti Irfan Bachdim, Christian Gonzales dan Oktavianus Maniani.
Bagi saya tindakan si wartawan ini sangat kekanak-kanakan, belum siap mental sebagai wartawan. Konsekuensi wartawan memang “ditolak” narasumber, itu hal biasa, tidak perlu dibesar-besarkan. Apalagi si narasumber tidak punya tanggung-jawab moral untuk selalu meladeni wartawan. Memang ada undang-undang tertulis (atau tidak tertulis) setiap narasumber harus luangkan waktu jawab interview wartawan?
Apalagi kondisi BePe kelar bertanding tentu letih fisik dan psikis, setelah dirinya harus memikul tanggung-jawab sebagai eksekutor 2 pinalti sekaligus. Namun si wartawan tidak mau pusing, yang penting dapat berita, kemudian buat headline dan jika ditolak mewek…payah!
