Search for
Login | Username Password Forgot? | Email: | Create Account
Non English | Popularity: 1 | Entries: 582 | Modified: 4d 20h ago | | Add to My Feeds
Badan Pengatur Minyak dan Gas (BP Migas) setuju mengalokasikan kuota gas bumi sebesar 20 million metric standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyusul adanya desakan pengalokasian gas PT Energy Sengkang di Kabupaten Wajo. Meski demikian, kuota yang dialokasikan tersebut masih jauh dari tuntutan Tim Percepatan Pengalokasian Gas Alam Sulsel, yang meminta 40 MMSCFD dari yang dihasilkan Energy Sengkang.

Alokasi gas tersebut selanjutnya akan dikelola untuk mewujudkan city gas, khususnya untuk Kota Wajo, sebagai daerah penghasil dan Sulsel pada umumnya. “Tim ini sudah menggelar pertemuan dengan BP Migas di Jakarta.Dalam rapat itu disepakati bahwa Sulsel diberikan alokasi sekitar 20 MMSCFD dari yang kami minta 40 MMSCFD,” ungkap Kepala BKPMD Sulsel Irman Yasin Limpo kemarin. Tim yang dibentuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini akan terus berjuang untuk mendapatkan pengalokasian gas seperti yang dituntut sebelumnya.

Karena itu,tim ini kembali akan menggelar pertemuan dengan BP Migas hingga diberikan alokasi seperti yang diharapkan. Dari alokasi yang diberikan BP Migas tersebut, kuat kemungkinan 5 MMSCFD akan dipergunakan memenuhi kebutuhan program city gas sesuai keinginan Gubernur. Selebihnya akan diatur Pemprov Sulsel sesuai daerah yang membutuhkan. “Kemungkinan 5 MMSCFD gas di Sengkang dimanfaatkan untuk kebutuhan city gasdan 15 MMSCFD lainnya untuk alokasi Pemprov. Nanti akan diatur Pemprov.Yang jelas kami akan perjuangkan terus penambahan alokasi ini,”kata dia. Irman menekankan, dari alokasi yang diberikan dari BP Migas, pihak Pemprov tidak akan mengambil keuntungan dari pembagian tersebut.Pemprov hanya mengatur pembagian gas sesuai manfaat dan pengambangannya.

“Kami imbau, baik instansi pemerintah maupun asosiasi dan stakeholder, sebaiknya lakukan koordinasi dalam hal pengalokasian ini. Jangan main sendiri-sendiri karena sudah ada tim yang dibentuk Gubernur,” tandas dia saat memberikan keterangan pers di ruang kerja. Di Sengkang sekarang ini terdapat sembilan sumur gas. Sementara yang baru dieksplorasi hanya dua sumur. Dari eksplorasi tersebut bisa menutupi 80% kebutuhan listrik yang ada di Sulsel. Syahrul Yasin Limpo mengaku akan menggenjot program city gas, yakni penyaluran gas melalui pipa untuk konsumsi rumah tangga dan industri sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) pada 2011 ini.

Gas bumi yang dihasilkan di Patila dan Gilireng, Kabupaten Wajo, bakal dialirkan ke beberapa kabupaten/kota di Sulsel dengan prioritas utama Kota Sengkang sebelum dialirkan ke kabupaten/kota lainnya, seperti Makassar, dengan pembangunan jaringan pipa penyalur. Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Wajo, hanya dibutuhkan pasokan gas 1 MMSCFD per hari. Sementara untuk kebutuhan Sulsel, kuota yang dibutuhkan 40 MMSCFD.

Pembangkit Listrik Bertambah

Pada pertengahan Maret nanti, Sulsel akan mendapatkan pasokan listrik 10 megawatt (MW) seiring dioperasikannya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dibangun di perbatasan Kabupaten Gowa dan Sinjai.Peresmian ini akan dilakukan langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Irman menyebutkan,proyek PLTA Sungai Tangka ini dibangun atas pemrakarsa investor asal negara Eropa dengan Pemprov Sulsel. “Maret ini akan direalisasikan. Kapasitas listrik mencapai 10 MW dan diharapkan bisa menutupi kekurangan listrik di daerah kami,”pungkas dia. Demikian catatan online Kanghari Blog tentang Badan Pengatur Minyak dan Gas.


More from Kualatungkalboy

Afriadi 11 Mar 2
Kota Makassar 11 Mar 2
Pelaku Perampokan 10 Dec 4
Pengacara senior 10 Dec 3
Pahlawan Nasional 10 Dec 3
Dinilai Takut 10 Dec 3
Digital Media Asia 10 Dec 3

^ Back To Top