Pepatah “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”, juga berlaku bagi penggemar bersepeda. Bagaimana tidak,selain menyalurkan hobi dan berlibur, mengayuh pedal ternyata juga bisa mengeluarkan keringat. Hasilnya, liburan akhir pekan dengan mengunjungi objek wisata memakai sepeda, ikut membakar kalori sehingga timbunan lemak dalam tubuh sedikit demi sedikit akan menyusut. Sejumlah penelitian menyebutkan, bersepeda dapat dijadikan salah satu program mengurangi berat badan.
Bersepeda sama saja dengan membakar energi yang dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi, semisal cokelat dan sedikit minuman beralkohol, yang mempunyai kadar hingga 300 kalori. Hanya dengan 15 menit bersepeda, misalnya dari rumah ke kantor selama lima hingga enam kali dalam sepekan, kami telah berhasil mengurangi berat badan minimal 11 pounds dalam satu tahun.
Imbalannya, kami akan tetap terlibat sehat dan bugar.Manfaat lain mengayuh sepeda adalah dapat melatih pernafasan sehingga jadi lebih panjang. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan, bersepeda jauh lebih efektif dan mengasyikkan dibandingkan senam aerobik. “Bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga yang paling efektif dan murah mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh, bersepeda dan mengurangi risiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana hidup sehat,”kata Ketua Macca Bikers Community (MCB) Muh Arsyil.
Hasil penelitian lain menyebutkan,bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%. Hal itu karena sejumlah penyakit membahayakan,seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, bisa dicegah dengan rutin bersepeda. Yang tak kalah penting adalah bersepeda dapat memberikan efek positif pada perasaan dan suasana hati kita. Rasa depresi, stres, tidak mood, akan segera menguap dari pikiran dan memotivasi diri kita. Apalagi jika kegiatan itu dilakukan di alam terbuka sehingga dapat bersosialisasi dengan lingkungan, menikmati pemandangan alam, dan udara yang segar. “Kita juga tidak perlu khawatir dengan polusi udara yang disebabkan lalu lintas kendaraan.
Hasil penelitian menyebutkan, orang yang bersepeda lebih sedikit terkena polusi udara daripada orang yang naik kendaraan bermotor. Hal ini dimungkinkan karena orang yang bersepeda bernafas lebih teratur dan menghisap oksigen lebih banyak,”papar Arsyil. Hanya, sebelum memulai mengayuh, disarankan menggunakan pakaian dan alat standar, sehingga jika terjadi kecelakaan, risiko cedera atau luka bisa ditekan seminimal mungkin. Peralatan standar yang sering digunakan saat bersepeda adalah helm dan kaus tangan. Perlengkapan lain, seperti baju khusus dan pelindung lutut, tidak terlalu ditekankan untuk digunakan. Demikian catatan online kanghari Blog tentang Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Bersepeda sama saja dengan membakar energi yang dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi, semisal cokelat dan sedikit minuman beralkohol, yang mempunyai kadar hingga 300 kalori. Hanya dengan 15 menit bersepeda, misalnya dari rumah ke kantor selama lima hingga enam kali dalam sepekan, kami telah berhasil mengurangi berat badan minimal 11 pounds dalam satu tahun.
Imbalannya, kami akan tetap terlibat sehat dan bugar.Manfaat lain mengayuh sepeda adalah dapat melatih pernafasan sehingga jadi lebih panjang. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan, bersepeda jauh lebih efektif dan mengasyikkan dibandingkan senam aerobik. “Bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga yang paling efektif dan murah mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh, bersepeda dan mengurangi risiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana hidup sehat,”kata Ketua Macca Bikers Community (MCB) Muh Arsyil.
Hasil penelitian lain menyebutkan,bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%. Hal itu karena sejumlah penyakit membahayakan,seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, bisa dicegah dengan rutin bersepeda. Yang tak kalah penting adalah bersepeda dapat memberikan efek positif pada perasaan dan suasana hati kita. Rasa depresi, stres, tidak mood, akan segera menguap dari pikiran dan memotivasi diri kita. Apalagi jika kegiatan itu dilakukan di alam terbuka sehingga dapat bersosialisasi dengan lingkungan, menikmati pemandangan alam, dan udara yang segar. “Kita juga tidak perlu khawatir dengan polusi udara yang disebabkan lalu lintas kendaraan.
Hasil penelitian menyebutkan, orang yang bersepeda lebih sedikit terkena polusi udara daripada orang yang naik kendaraan bermotor. Hal ini dimungkinkan karena orang yang bersepeda bernafas lebih teratur dan menghisap oksigen lebih banyak,”papar Arsyil. Hanya, sebelum memulai mengayuh, disarankan menggunakan pakaian dan alat standar, sehingga jika terjadi kecelakaan, risiko cedera atau luka bisa ditekan seminimal mungkin. Peralatan standar yang sering digunakan saat bersepeda adalah helm dan kaus tangan. Perlengkapan lain, seperti baju khusus dan pelindung lutut, tidak terlalu ditekankan untuk digunakan. Demikian catatan online kanghari Blog tentang Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.
